Analisis Tindakan Tokoh Baldassare Embriarco dalam Roman Le Periple De Baldassare (2)

Landasan Teori

Seperti yang telah dikemukakan dalam permasalahan penelitian, masalah yang akan diteliti adalah tindakan tokoh Baldassare Embriarco, berikut pengaruh tindakan tersebut terhadap interaksi Baldassare dengan tokoh-tokoh lain. Untuk mencari tindakan dan pengaruh tindakan tersebut pada interaksi Baldassare dengan tokoh-tokoh lain, diperlukan analisis mengenai unsur-unsur intrinsik roman Le Periple de Baldassare terutama penokohan, setting dan plot. Dengan demikian, teori yang relevan untuk digunakan dalam penelitian ini adalah teori strukturalisme untuk mencari unsur-unsur intrinsik karya sastra dan teori psikologi sosial khususnya teori interaksi simbolik.

Analisis struktural merupakan prioritas pertama sebelum yang lain – lain. Tanpanya, kebulatan makna intrinsik yang hanya dapat digali dari karya tidak akan terungkap. Oleh karena itu, teori struktural dapat digunakan dalam usaha untuk memaparkan dengan lebih cermat, teliti, dan mendalam keterkaitan semua aspek karya sastra yang secara bersama – sama menghasilkan makna yang menyeluruh (Teeuw, 1983). Teori ini digunakan sebagai metode awal untuk mengetahui unsur – unsur intrinsik dari obyek (roman) yang diteliti secara lebih mendalam. Penggunaan analisis struktural diharapkan dapat mempermudah analisis selanjutnya dengan teori sosiologi sastra.

Analisis Struktural

Karya sastra merupakan sebuah struktur. Struktur disini dalam arti behwa karya sastra merupakan susunan unsur-unsur yang bersistem, yang antara unsur-unsurnya terjadi hubungan resiprok, saling menentukan (Pradopo, 2005).

Karya sastra merupakan sebuah struktur yang kompleks. Karena itu untuk memahaminya, karya sastra harus dianalisis (Hill, 1966).

Suatu struktur memiliki tiga sifat pokok. Pertama, totalitas atau keseluruhan, yakni bahwa unsur-unsur tersebut merupakan keseluruhan yang bulat. terdapat unsur–unsur yang saling berkoherensi dan membentuk seperangkat kaidah intrinsik yang menentukan hakikat unsur–unsur tersebut. Dengan istilah lain, unsur–unsur struktur tidak berdiri sendiri dalam menemukan makna. Kedua, struktur berisi gagasan transformasi, struktur bukanlah sesuatu yang statis namun sesuatu yang dinamis. Struktur mampu melakukan prosedur-prosedur transformasional karena pengertian struktur tidak hanya terbatas pada tersusun (structure), namun sekaligus mencakup pengertian proses menyusun (structurant). Ketiga, struktur memiliki keteraturan yang mandiri atau otoregulasi, transformasi yang terjadi pada sebuah struktur karya sastra tidak menjalar ke luar teks (Piaget via Hawkes, 1978).

Ketiga sifat itulah yang secara mendasar memberikan pengertian tentang teori struktural sebagai sebuah disiplin yang memandang karya sastra sebagai suatu struktur yang terdiri atas beberapa unsur yang saling berkaitan dan membentuk satu makna bulat yang utuh. Sedangkan metode karya sastra struktural bertujuan untuk membedah dan memaparkan secermat serta semendalam mungkin keterkaitan dan keterjalinan semua unsur karya sastra yang secara bersama–sama menghasilkan makna menyeluruh (Teeuw, 1983).

Psikologi Sosial

Psikologi sosial mempelajari bagaimana orang menghayati, berpikir dan merasakan tentang dunia sosial mereka dan bagaimana mereka saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Psikologi sosial menekankan dua hal. Pertama adalah kekuatan suatu situasi untuk menentukan perilaku seseorang. Hal kedua adalah kepentingan intrepretasi terhadap situasi yang dimiliki seseorang dalam menentukan respons terhadapnya. (Atkinson, Atkinson, Smith & Bem, 1993)

Interaksi Simbolik

Teori Interaksi Simbolik dikemukakan oleh George Herbert Mead, Charles Horton Cooley, Herbert Blumer dan Erving Goffman (Ratna, 2008: 187). Interaksi Simbolik menurut Ritzer (2004: 266) dikembangkan atas dasar teori pragmatic dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Realitas pada dasarnya tidak berada di luar dunia nyata, realitas diciptakan secara kreatif pada saat bertindak.

2. Manusia mendasarkan pengetahuan mengenai dunia nyata pada apa yang telah terbukti berguna.

Secara definitif unit terpenting dalam interaksi simbolik khususnya dalam paradigm Meadean adalah interaksi, tindakan.

Blumer (1969) menyatakan ada tiga premis mayor dalam interaksi simbolis:

  1. Manusia berbuat terhadap sesuatu hal didasarkan pada pemaknaan hal tersebut baginya.
  2. Arti –makna merupakan produk dari interaksi sosial
  3. Arti-makna tersebut mengalami modifikasi melalui intrepretasi orang-orang yang terkait dengan obyek yang bersangkutan.

Blumer juga menyatakan bahwa orang berinteraksi satu sama lain dengan mengintrepretasikan sikap dan tindakan orang lain bukan dengan bereaksi terhadapan tindakan orang lain. “Respon” seseorang tidak dilakukan secara langsung satu sama lain, namun melalui pemaknaan atas aksi orang lain. Interaksi manusia dimediasi dengan penggunaan tanda (symbol / sign) dan petanda (signification) (Blumer, 1969)

Mead mengindentifikasi empat tahap dasar yang terkait satu-sama lain dalam setiap perbuatan. (Schmitt dan Schmitt, 1996 via Ritzer dan Goodman, 2004) :

  1. Impuls yang melibatkan “stimulasi indrawi langsung”
  2. Persepsi yang merupakan reaksi terhadap stimulasi tersebut.
  3. Manipulasi yang merupakan tindakan pra pengambilan keputusan untuk berbuat.
  4. Konsumasi yang merupakan tahap akhir perbuatan. (Ritzer dan Goodman, 2004)

Implikasi metodologis Interaksi Simbolik dalam sastra adalah dimanfaatkannya pemahaman dengan memberikan intensitas pada peranan tokoh-tokoh, bukan status. Dalam penelitian tradisional biasanya dilakukan deskripsi secara detail mengenai kondisi tokoh-tokoh. Sebaliknya dalam analisis kontemporer, dengan menampilkan fungsi antar hubungan, maka masalah yang memperoleh perhatian adalah struktur peranan, keterlibatan tokoh-tokoh sebagai akibat interaksinya dengan tokoh-tokoh lain, kelompok dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam ilmu sastra, bukan semata-mata tokoh-tokoh melainkan juga keseluruhan elemen cerita, termasuk benda-benda, pemandangan alam, peristiwa-peristiwa dapat diberikan arti yang berbeda atas dasar antarhubungannya (Ratna, 2008)

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dan pendekatan psikologis. Analisis isi adalah sebuah metodologi dalam ilmu sosial untuk mempelajari isi komunikasi dalam sebuah media. Umumnya digunakan oleh peneliti ilmu sosial untuk menganalisa transkrip atau naskah.

Ole Holsti (1969), menawarkan definisi analisis isi sebagai “Teknik untuk menarik kesimpulan secara objektif dan secara sistematik mengidentifikasi karakteristik pesan secara spesifik”

Ratna (2008), mengatakan bahwa isi dalam metode analisis isi terdiri atas dua macam, yaitu isi laten dan isi komunikasi. Isi laten adalah isi yang terkandung dalam media yang dimaksudkan oleh pengarang, sedangkan isi komunikasi adalah pesan yang terkandung sebagai akibat dari komunikasi yang terwujud dalam hubungan naskah dengan pembaca. Analisis terhadap isi laten akan menghasilkan arti, sedangkan analisis terhadap isi komunikasi akan menghasilkan makna.

Pendekatan psikologis secara definitif digunakan untuk menganalisis aspek-aspek kejiwaan dalam karya sastra (Ratna, 2004: 342). Pada dasarnya psikologi sastra cenderung menganalisis aspek kejiwaan tokoh-tokoh fiksi dalam karya sastra. Dalam analisisnya pada umumnya yang menjadi tujuan adalah tokoh utama, tokoh kedua, tokoh ketiga dan seterusnya. Studi psikologi inilah yang berkaitan dengan resepsi sastra dan sosiologi sastra sebagai psikologi sosial (Ratna, 2004: 344)

Penelitian akan dibagi menjadi beberapa tahap :

1. Tahap Pembacaan

Pada tahap ini dilakukan dua macam pembacaan yaitu pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik.

Pembacaan heuristik merupakan tahap pembacaan berdasarkan struktur bahasanya untuk mempermudah pemahaman makna, proses ini diikuti dengan pembuatan sinopsis cerita (Pradopo, 2008: 135). Tahap ini dilakukan dengan cara membaca roman Le Periple de Baldassare untuk memahami isi cerita dan pemikiran pengarang yang terkandung di dalam roman tersebut. Pembacaan hermeneutik yang merupakan pembacaan karya sastra untuk menginterpretasikan makna yang terkandung didalamnya (Ferguson, Wright dan Parker, 1988). Dalam tahap ini dilakukan pembacaan retroaktif roman Le Periple de Baldassare untuk menginterpretasikan makna dalam cerita. Setelah melalui tahap pembacaan, proses selanjutnya yang akan ditempuh adalah tahap pemilihan data.

2. Tahap Pemilihan Data

Pada tahap ini diadakan perampingan data dengan memilih data yang dipandang penting dan menyederhanakannya, Data – data yang akan dipilih merupakan data – data deskriptif yang berkaitan dengan kondisi sosiologis dalam Le Periple de Baldhassare. Setelah terkumpul data – data diolah pada tahap analisis.

3. Tahap Pengolahan Data

Pada tahap ini data – data yang diperoleh dari tahap sebelumnya akan diolah melalui kategori – kategori yang dapat mendukung pengungkapan permasalahan penelitian yang akan difokuskan pada :

a. Penokohan

Analisis pada penokohan tidak mungkin dilakukan tanpa menghubungkannya dengan unsur intrinsik lainnya (Ratna, 2008)

b. Latar

Latar merupakan keadaan dan lingkungan dimana cerita terjadi termasuk konteks cerita tersebut. Elemen-elemen latar antara lain: budaya, periode historis, geografi dan waktu (Rozelle, 2005)

c. Plot

Plot merupakan unsur fiksi yang penting, bahkan tak sedikit menganggapnya sebagai yang terpenting diantara unsur-unsur yang lain (Nurgiyantoro, 1995). Shklovsky (Scholes, 1977) mengemukakan bahwa sudut pandang, gaya bahasa dan plot merupakan unsur keberhasilan karya sastra. Artinya keberhasilan karya sastra tidak dihasilkan oleh pentingnya suatu kejadian atau tokoh, tetapi bagaimana sudut pandang, gaya bahasa dan plot dioperasikan (Ratna, 2008)

Kategori – kategori di atas dimasukkan dalam penelitian ini sebab ketiganya memiliki peran dalam pengenalan lebih jauh pada tokoh-tokoh dalam Le Periple de Baldassare sebagai pengantar menuju penelitian tentang factor-faktor yang mempengaruhi tindakan tokoh Baldassare pada khususnya.

Sedangkan pada aspek psikologi sastra, kategorisasi akan difokuskan pada :

a. Faktor kognitif personal

Kategori ini disusun sebagai bantuan untuk meneliti kondisi yang mempengaruhi persepsi dan intepretasi tokoh Baldassare sebagai pengambil tindakan dalam Le Periple de Baldassare.

b. Interaksi antar individu

Kategori ini dibuat untuk membuktikan adanya pengaruh tindakan tokoh Baldassare terhadap interaksinya dengan tokoh lain.

Kategorisasi terhadap aspek–aspek tersebut dilakukan untuk membantu analisis kondisi psikologi tokoh Baldassare pada khususnya dan tokoh-tokoh lain dalam tahap analisis.

4. Tahap Analisis Data

Pada tahap ini akan dibahas aspek – aspek yang berkaitan dengan dinamika psikologis yang dialami tokoh Baldassare dalam Le Periple de Baldassare, saat melakukan tindakan, kemudian akan dikaitkan dengan teori psikologi

5. Tahap Kesimpulan

Pada tahap ini disusun kesimpulan dan penyajian hasil penelitian.

Tinjauan Pustaka

Sejauh pengamatan penulis, penelitian yang menggunakan roman Le Periple de Baldassare karya Amin Maalouf di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya UGM belum pernah dilakukan. Sementara di internet sekalipun pembahasan mengenai roman ini sulit ditemukan, sebagian besar sumber di internet lebih banyak didominasi oleh resensi dari roman ini.

Sistematika Penyajian

Pembahasan dalam penelitian ini disusun dengan sistematika penyajian sebagai berikut :

Bab I : berisi pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah, permasalahan, tujuan penelitian, landasan teori, metodologi penelitian, tinjauan pustaka, dan sistematika penyajian.

Bab II : berisi penjelasan dan pembahasan mengenai topik permasalahan pertama.

Bab III : berisi penjelasan dan pembahasan mengenai topik permasalahan kedua.

Bab IV : berisi kesimpulan yang merupakan intisari hasil penelitian yang dianalisis pada Bab II dan Bab III.

Daftar Pustaka : berisi daftar sumber – sumber informasi yang menunjang penelitian.

Extrait : berisi ringkasan penelitian dalam bahasa Prancis.

Lampiran : yang berisi data – data pendukung dan tabel – tabel data yang digunakan sebagai metode penelitian

Daftar Pustaka

Abrams, M. H. 1981. A Glossary of Literary Terms. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Anonimous. Biographie. http://www.aminmaalouf.com/biographie/a.htm. 17 Desember 2008

Atkinson, R., Atkinson, R. C., Smith, E. E., & Bem, D. J. 1993. Introduction to psychology (11th ed.). San Diego: Harcourt Brace Jovanovich

Blumer, Herbert (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Berkeley: University of California Press

Ferguson, Sinclair B; David F Wright; J. I. (James Innell) Packer 1988. New Dictionary of Theology. Illinois: InterVarsity Press.

Fiske, S. T., & Taylor, S. E. 1991. Social cognition (2nd ed.). New York: McGraw-Hill.

Foster, E.M. 1970. Aspect of Novel. Hardmonswort: Penguin Book

Hawkes, Terrence. 1978. Structuralism and Literature. London: Methuen & Co. Ltd

Hill, Knox C. 1966. Interpreting Literature Chicago: The University Press of Chicago

Holsti, Ole R. 1969. Content Analysis for the Social Sciences and Humanities. Reading: Addison-Wesley

Kenny, William. 1966. How to Analyze Fiction. New York: Monarch Press

Mead, George H. 1962. Mind. Self. and Society: From the Standpoind to Social Behavioris.: Chicago: University of Chicago Press

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Pradopo, Prof. Dr. Rachmat Djoko. 2008. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik dan Penerapannya. Jakarta: Pustaka Jaya

Pradopo, Rachmat Djoko. 2005. Analisis Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Teeuw, A. 1983. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya

Ratna. Prof. Dr. Nyoman Kutha. 2004. Teori. Metode. dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Ratna. Prof. Dr. Nyoman Kutha. 2008. Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan Fakta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2004. Sociological Theory. New York: McGraw-Hill

Rozelle. Ron. 2005. Write Great Fiction: Description & Setting. Oklahoma: Writer’s Digest Book

Sansom, Ian. Balthasar’s Odyssey: The Guardian. October 12. 2002

Scholes. Robert 1977. Structuralism in Literature: an Introduction. London : Yale University Press

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.